Pengertian Metode SAS (Struktural
Analisis Sintetik)
Menurut
Supriyadi (1996), pengertian metode SAS
adalah suatu pendekatan cerita
yang disertai dengan gambar, yang di dalamnya
terkandung unsur struktur analitik sintetik. Metode SAS menurut Djauzak (1996)
adalah suatu metode pembelajaran menulis permulaan yang didasarkan atas
pendekatan cerita yakni cara memulai mengajar menulis dengan menampilkan cerita
yang diambil dari dialog siswa dan guru atau siswa dengan siswa.ju
Metode SAS adalah
metode pembelajaran membaca yang dimulai dengan langkah bercerita sambil
menunjukkan gambar pendukung. Setelah itu siswa diajak untuk membaca gambar
tersebut, yang dilanjutkan dengan membaca kalimat yang ada dibawah gambar.
Selan
tnya gambar dilepas atau diambil dan tinggal lah
kalimatnya. Siswa berlatih membaca kalimat tanpa bantuan gambar (proses
struktural). Kalimat tersebut lalu
dianalisis menjadi kata, suku kata, huruf-huruf (proses analitik). Langkah
terakhir adalah menggabungkan kembali huruf-huruf menjadi suku kata, suku kata
menjadi kata, dan kata-kata menjadi kalimat (proses sintetik).
Metode ini diprogramkan pemerintah
RI mulai tahun 1974. Regu yang dipimpin oleh Dr. A.S. Broto pada waktu itu
telah menghasilkan Metode SAS. Menurut A.S. Broto khususnya disediakan untuk
belajar membaca dan menulis permulaan di kelas permulaan SD/MI. Lebih luas lagi
Metode SAS dapat dipergunakan dalam berbagai bidang pengajaran. Dalam proses
operasionalnya metode SAS mempunyai langkah-langkah berlandaskan operasional dengan
urutan :
1.
Struktur yaitu menampilkan keseluruhan,
2.
Analitik yaitu melakukan proses penguraian,
3.
Sintetik yaitu melakukan penggabungan pada struktur
semula.
Prosedur
penggunaan Metode SAS :
1. Mula membaca permulaan dijadikan dua
bagian
Bagian
pertama Membaca permulaan tanpa buku
Bagian
kedua Membaca permulaan buku
2. Merekam bahasa anak melalui
pertanyaan-pertanyaan dari pengajar sebagai kontak
permulaan.
3. Menampilkan gambar sambil bercerita. Setiap
kali gambar diperlihatkan, muncullah
kalimat anak-anak yang sesuai dengan
gambar.
4. Membaca kalimat secara structural
5. Membaca permulaan dengan buku
6. Membaca lanjutan
7. Membaca dalam hati
Ada beberapa landasan penggunaan metode SAS yaitu :
1. Landasan
Psikologis
·
Pengamatan pertama anak bersifat global (totalitas)
·
Anak usia sekolah memiliki sifat ingin tahu
2. Landasan
Pedagogik
·
Mengembangkan potensi dan pengalaman anak
·
Membimbing anak agar dapat mencari, memecahkan dan
menemukan jawaban suatu masalah, membimbing anak agar dapat bekerja sendiri dan
bertanggung jawab
3. Landasan
Linguistik
·
Bahasa itu ucapan, bukan tulisan
·
Unsur bahasa ialah kalimat
·
Bahasa mempunyai struktur yang unik
Kelebihan dan kekurangan Metode
Struktur Analitik Sintetik
Metode Struktur Analitik Sintetik (SAS) dianggap baik karena
menerapkan prinsip Ilmu bahasa umum (Linguistik), bahwa bentuk bahasa yang terkecil adalah kalimat. Bagian
kalimat adalah kata, suku kata dan akhirnya fonem. Disamping itu metode SAS menganut
prinsip menemukan sendiri (inkuiri). Prinsip ini sangat ditekankan dalam proses
belajar mengajar karena dengan prinsip ini anak akan mempunyai rasa kepercayaan
pada kemampuannya sendiri.
Kelebihan metode SAS, antara lain :
·
Metode ini
dapat sebagai landasan berpikir analisis.
·
Dengan langkah-langkah yang
diatur sedemikian rupa
membuat anak mudah mengikuti prosedur dan akan dapat cepat
membaca pada kesempatan berikutnya
·
Berdasarkan landasan
linguistik metode ini
akan menolong anak menguasai
bacaan dengan lancar.
Kekurangan metode SAS, antara lain :
·
Pada
beberapa anak yang sebelumnya masuk pada jenjang sekolah taman kanak-kanak,
metode ini dirasakan membosankan bagi anak. Karena sebelumnya anak sudah
mengetahui bagaimana suatu kata atau kalimat dibentuk. Mulai dari kata, suku
kata hingga akhirnya menjadi huruf. Oleh karena itu metode SAS lebih cocok
diterapkan pada siswa yang memiliki latar belakang tidak masuk sekolah taman
kanak-kanak.
·
Metode SAS
mempunyai kesan bahwa pengajar harus kreatif dan terampil serta sabar. Tuntutan
semacam ini dipandang sangat sukar untuk kondisi pengajar saat ini.
·
Banyak
sarana yang harus dipersiapkan untuk pelaksanaan metode ini untuk sekolah
sekolah tertentu dirasa sukar.
·
Metode SAS
hanya untuk konsumen pembelajar di perkotaan dan tidak di pedesaan.
·
Oleh karena
agak sukar mengajarkan para pengajar metode SAS maka di sana-sini metode ini
tidak dilaksanakan.
Kegiatan
pembelajaran menulis permulaan dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS)
dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Guru bercerita atau berdialog dengan siswa.
2. Memperlihatkan ambar yang berhubungan dengan
isi cerita.
3. Menulis beberapa kalimat sebagai kesimpulan
dari isi cerita.
4. Menulis satu kalimat yangd iambil dari isi
cerita.
5. Menulis kata-kata sebagai uraian dari
kalimat.
6. Menulis suku-suku kata sebagai uraian dari
kata-kata.
7. Menuliskan huruf–huruf sebagai uraian dari
suku-suku kata.
8. Mensintesiskan huruf-huruf menjadi suku-suku
kata.
9. Menyatukan kata-kata menjadi kalimat.
Agar siswa memiliki kemampuan
menulis, maka setiap langkah tersebut
dilakukan oleh siswa dengan cara menyalin tulisan yang ditulis guru dalam setiap
langkah pembelajaran.
dilakukan oleh siswa dengan cara menyalin tulisan yang ditulis guru dalam setiap
langkah pembelajaran.
Contoh penerapan metode
SAS :
ini bola
Adi
bola
bo la
b o l a
bo la
bola
ini bola
Adi