Selasa, 21 Maret 2017

Metode SAS Dalam Pembelajaran Membaca Menulis Permulaan



Pengertian Metode SAS (Struktural Analisis Sintetik)     
            Menurut Supriyadi (1996), pengertian  metode  SAS  adalah suatu  pendekatan  cerita
yang disertai dengan gambar, yang di dalamnya terkandung unsur struktur analitik sintetik. Metode SAS menurut Djauzak (1996) adalah suatu metode pembelajaran menulis permulaan yang didasarkan atas pendekatan cerita yakni cara memulai mengajar menulis dengan menampilkan cerita yang diambil dari dialog siswa dan guru atau siswa dengan siswa.ju
Metode SAS adalah metode pembelajaran membaca yang dimulai dengan langkah bercerita sambil menunjukkan gambar pendukung. Setelah itu siswa diajak untuk membaca gambar tersebut, yang dilanjutkan dengan membaca kalimat yang ada dibawah gambar. Selan
tnya gambar dilepas atau diambil dan tinggal lah kalimatnya. Siswa berlatih membaca kalimat tanpa bantuan gambar (proses struktural). Kalimat tersebut lalu dianalisis menjadi kata, suku kata, huruf-huruf (proses analitik). Langkah terakhir adalah menggabungkan kembali huruf-huruf menjadi suku kata, suku kata menjadi kata, dan kata-kata menjadi kalimat (proses sintetik).
            Metode ini diprogramkan pemerintah RI mulai tahun 1974. Regu yang dipimpin oleh Dr. A.S. Broto pada waktu itu telah menghasilkan Metode SAS. Menurut A.S. Broto khususnya disediakan untuk belajar membaca dan menulis permulaan di kelas permulaan SD/MI. Lebih luas lagi Metode SAS dapat dipergunakan dalam berbagai bidang pengajaran. Dalam proses operasionalnya metode SAS mempunyai langkah-langkah berlandaskan operasional dengan urutan :
1.      Struktur yaitu menampilkan keseluruhan,
2.      Analitik yaitu melakukan proses penguraian,
3.      Sintetik yaitu melakukan penggabungan pada struktur semula.

Prosedur penggunaan Metode SAS :
1.   Mula membaca permulaan dijadikan dua bagian
     Bagian pertama Membaca permulaan tanpa buku
     Bagian kedua Membaca permulaan buku
2.  Merekam bahasa anak melalui pertanyaan-pertanyaan dari pengajar sebagai kontak      
     permulaan.
3.  Menampilkan gambar sambil bercerita. Setiap kali gambar diperlihatkan, muncullah 
     kalimat anak-anak yang sesuai dengan gambar.
4.  Membaca kalimat secara structural
5.  Membaca permulaan dengan buku
6.  Membaca lanjutan
7.  Membaca dalam hati

Ada beberapa landasan penggunaan metode SAS yaitu :
1.      Landasan Psikologis
·         Pengamatan pertama anak bersifat global (totalitas)
·         Anak usia sekolah memiliki sifat ingin tahu
2.      Landasan Pedagogik
·         Mengembangkan potensi dan pengalaman anak
·         Membimbing anak agar dapat mencari, memecahkan dan menemukan jawaban suatu masalah, membimbing anak agar dapat bekerja sendiri dan bertanggung jawab
3.      Landasan Linguistik
·         Bahasa itu ucapan, bukan tulisan
·         Unsur bahasa ialah kalimat
·         Bahasa mempunyai struktur yang unik

Kelebihan dan kekurangan Metode Struktur Analitik Sintetik
Metode Struktur Analitik  Sintetik (SAS) dianggap baik karena menerapkan prinsip Ilmu bahasa umum (Linguistik), bahwa bentuk  bahasa yang terkecil adalah kalimat. Bagian kalimat adalah kata, suku kata dan akhirnya fonem. Disamping itu metode SAS menganut prinsip menemukan sendiri (inkuiri). Prinsip ini sangat ditekankan dalam proses belajar mengajar karena dengan prinsip ini anak akan mempunyai rasa kepercayaan pada kemampuannya sendiri.

Kelebihan metode SAS, antara lain :
·         Metode ini dapat sebagai landasan berpikir analisis.
·         Dengan  langkah-langkah  yang  diatur  sedemikian  rupa  membuat  anak mudah     mengikuti prosedur dan akan dapat cepat membaca pada kesempatan berikutnya
·         Berdasarkan  landasan  linguistik  metode   ini  akan  menolong  anak  menguasai  bacaan dengan lancar.
Kekurangan metode SAS, antara lain :
·         Pada beberapa anak yang sebelumnya masuk pada jenjang sekolah taman kanak-kanak, metode ini dirasakan membosankan bagi anak. Karena sebelumnya anak sudah mengetahui bagaimana suatu kata atau kalimat dibentuk. Mulai dari kata, suku kata hingga akhirnya menjadi huruf. Oleh karena itu metode SAS lebih cocok diterapkan pada siswa yang memiliki latar belakang tidak masuk sekolah taman kanak-kanak.
·         Metode SAS mempunyai kesan bahwa pengajar harus kreatif dan terampil serta sabar. Tuntutan semacam ini dipandang sangat sukar untuk kondisi pengajar saat ini.
·         Banyak sarana yang harus dipersiapkan untuk pelaksanaan metode ini untuk sekolah sekolah tertentu dirasa sukar.
·         Metode SAS hanya untuk konsumen pembelajar di perkotaan dan tidak di pedesaan.
·         Oleh karena agak sukar mengajarkan para pengajar metode SAS maka di sana-sini metode ini tidak dilaksanakan.
Kegiatan pembelajaran menulis permulaan dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.  Guru bercerita atau berdialog dengan siswa.
2.  Memperlihatkan ambar yang berhubungan dengan isi cerita.
3.  Menulis beberapa kalimat sebagai kesimpulan dari isi cerita.
4.  Menulis satu kalimat yangd iambil dari isi cerita.
5.  Menulis kata-kata sebagai uraian dari kalimat.
6.  Menulis suku-suku kata sebagai uraian dari kata-kata.
7.  Menuliskan huruf–huruf sebagai uraian dari suku-suku kata.
8.  Mensintesiskan huruf-huruf menjadi suku-suku kata.
9.  Menyatukan kata-kata menjadi kalimat.
Agar siswa memiliki kemampuan menulis, maka setiap langkah tersebut
dilakukan oleh siswa dengan cara menyalin tulisan yang ditulis guru dalam setiap
langkah pembelajaran.






Contoh penerapan metode SAS :

ini       bola      Adi

bola

bo   la

b   o   l   a

bo   la

bola

ini       bola      Adi


2 komentar: